Kamis, 26 April 2012

Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Kerusuhan dan Tindakan Kriminal di Indonesia pada saat ini.Dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Pengertian Kriminalitas :
Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Kriminalitas atau tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal. Biasanya yang dianggap kriminal adalah seorang preman, pencuri, pembunuh, perampok, atau teroris. Walaupun begitu kategori terakhir, teroris, agak berbeda dari kriminal karena melakukan tindak kejahatannya berdasarkan motif politik atau paham.
Selama kesalahan seorang kriminal belum ditetapkan oleh seorang hakim, maka orang ini disebut seorang terdakwa. Sebab ini merupakan asas dasar sebuah negara hukum: seseorang tetap tidak bersalah sebelum kesalahannya terbukti. Pelaku tindak kriminal yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan harus menjalani hukuman disebut sebagai terpidana atau narapidana.
Dalam mendefinisikan kejahatan, ada beberapa pandangan mengenai perbuatan apakah yang dapat dikatakan sebagai kejahatan. Definisi kejahatan dalam pengertian yuridis tidak sama dengan pengertian kejahatan dalam kriminologi yang dipandang secara sosiologis.
Secara yuridis, kejahatan dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan yang melanggar undang-undang atau ketentuan yang berlaku dan diakui secara legal. Secara kriminologi yang berbasis sosiologis kejahatan merupakan suatu pola tingkah laku yang merugikan masyarakat (dengan kata lain terdapat korban) dan suatu pola tingkah laku yang mendapatkan reaksi sosial dari masyarakat . Reaksi sosial tersebut dapat berupa reaksi formal, reaksi informal, dan reaksi non-formal.
Pengertian Kekerasan
Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Kekerasan (Violence berasal dari bahasa Latin violentus yang berasal dari kata atau vīs berarti kekuasaan atau berkuasa) adalah dalam prinsip dasar dalam hukum publik dan privat Romawi yang merupakan sebuah ekspresi baik yang dilakukan secara fisik ataupun secara verbal yang mencerminkan pada tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat seseorang yang dapat dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang umumnya berkaitan dengan kewenangannya yakni bila diterjemahkan secara bebas dapat diartinya bahwa semua kewenangan tanpa mengindahkan keabsahan penggunaan atau tindakan kesewenang-wenangan itu dapat pula dimasukan dalam rumusan kekerasan ini.
Sementara menurut Sosiolog, Dr Imam B. Prasodjo dalam, http://bpsntbandung.com. Melihat maraknya kekerasan akhir-akhir ini dipengaruhi oleh banyaknya orang yang mengalami ketertindasan akibat krisis berkepanjangan. Aksi itu juga dipicu oleh lemahnya kontrol sosial yang tidak diikuti dengan langkah penegakkan hukum. Ini, kata Imam, ditanggapi secara keliru oleh para pelaku tindak kejahatan. Kesan tersebut seolah message (tanda) yang diterjemahkan bahwa hal yang terjadi akhir-akhir ini, lebih membolehkan untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut. Sementara itu pada saat kontrol sosial melemah, juga terjadi demoralisasi pihak petugas yang mestinya menjaga keamanan. Aparat yang harusnya menjaga keamanan, justru melakukan tindak pelanggaran. Masyarakat pun kemudian melihat bahwa hukum telah jatuh. Pada saat yang sama masyarakat belum atau tidak melihat adanya upaya yang berarti dari aparat keamanan sendiri untuk mengembalikan citra yang telah jatuh tersebut.
Sosiolog lain, Sardjono Djatiman dalam, http://bpsntbandung.com memperkirakan masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada hukum, sistem, dan aparatnya. Ketidakpercayaan itu sudah terakumulasi sedemikian lama, karena ketidakadilan telah menjadi tontonan masyarakat sehari-hari. Mereka yang selama ini diam, tiba-tiba memberontak. Ketika negara yang mewakili masyarakat sudah tidak dipercaya lagi, maka masyarakatlah yang akan mengambil alih kendali hukum. Tentunya dengan cara mereka sendiri

Keragaman Jenis dan Definisi Kekerasan

a.   Kekerasan yang dilakukan perorangan
Perlakuan kekerasan dengan menggunakan fisik (kekerasan seksual), verbal (termasuk menghina), psikologis (pelecehan), oleh seseorang dalam lingkup lingkungannya.
b.   Kekerasan yang dilakukan oleh negara atau kelompok
Menurut Max Weber didefinisikan sebagai "monopoli, legitimasi untuk melakukan kekerasan secara sah" yakni dengan alasan untuk melaksanakan putusan pengadilan, menjaga ketertiban umum atau dalam keadaan perang yang dapat berubah menjadi semacam perbuatanan terorisme yang dilakukan oleh negara atau kelompok yang dapat menjadi salah satu bentuk kekerasan ekstrem (antara lain, genosida, dll.).
c.   Tindakan kekerasan yang tercantum dalam hukum publik
Yakni tindakan kekerasan yang diancam oleh hukum pidana (sosial, ekonomi atau psikologis (skizofrenia, dll.)).
d.   Kekerasan dalam politik
Umumnya pada setiap tindakan kekerasan tersebut dengan suatu klaim legitimasi bahwa mereka dapat melakukannya dengan mengatas namakan suatu tujuan politik (revolusi, perlawanan terhadap penindasan, hak untuk memberontak atau alasan pembunuhan terhadap raja lalim walaupun tindakan kekerasan dapat dibenarkan dalam teori hukum untuk pembelaan diri atau oleh doktrin hukum dalam kasus perlawanan terhadap penindasan di bawah tirani dalam doktrin hak asasi manusia.
e.   Kekerasan simbolik (Bourdieu, Theory of symbolic power)
merupakan tindakan kekerasan yang tak terlihat atau kekerasan secara struktural dan kultural (Johan Galtung, Cultural Violence) dalam beberapa kasus dapat pula merupakan fenomena dalam penciptaan stigmatisasi.
Kekerasan antara lain dapat pula berupa pelanggaran (penyiksaan, pemerkosaan, pemukulan, dll.) yang menyebabkan atau dimaksudkan untuk menyebabkan penderitaan atau menyakiti orang lain, dan - hingga batas tertentu - kepada binatang dan harta-benda. Istilah "kekerasan" juga berkonotasi kecenderungan agresif untuk melakukan perilaku yang merusak.
Kekerasan pada dasarnya tergolong ke dalam dua bentuk kekerasan sembarang, yang mencakup kekerasan dalam skala kecil atau yang tidak terencanakan, dan kekerasan yang terkoordinir, yang dilakukan oleh kelompok-kelompok baik yang diberi hak maupun tidak seperti yang terjadi dalam perang (yakni kekerasan antar-masyarakat) dan terorisme.
Sejak Revolusi Industri, kedahsyatan peperangan modern telah kian meningkat hingga mencapai tingkat yang membahayakan secara universal. Dari segi praktis, peperangan dalam skala besar-besaran dianggap sebagai ancaman langsung terhadap harta benda dan manusia, budaya, masyarakat, dan makhluk hidup lainnya di muka bumi.
Secara khusus dalam hubungannya dengan peperangan, jurnalisme, karena kemampuannya yang kian meningkat, telah berperan dalam membuat kekerasan yang dulunya dianggap merupakan urusan militer menjadi masalah moral dan menjadi urusan masyarakat pada umumnya.
Transkulturasi, karena teknologi moderen, telah berperan dalam mengurangi relativisme moral yang biasanya berkaitan dengan nasionalisme, dan dalam konteks yang umum ini, gerakan "antikekerasan" internasional telah semakin dikenal dan diakui peranannya.
Faktor-faktor Pemicu Tindakan Kriminal dan Kekerasan
Ada beberapa hal yang mempengaruhi para pelaku dalam melakukan tindakan kriminali dan kekerasan. Faktor ekonomi mungkin yang paling berpengaruh dalam terjadi tindakan kriminal dan keadaan ini akan semakin parah pada saat tertentu seperti misalnya pada Bulan Puasa (Ramadhan) yang akan mendekati Hari Raya Idul Fitri. Pada saat ini kebutuhan masyarakat akan menjadi sangat tinggi baik primer maupun skunder dan sebagian orang lain mencari jalan pintas untuk memenuhi kebutahannya dengan melakukan tindakan kriminal dan bahkan disertai dengan tindakan kekerasan.  Dan ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi terjadinya tindakan kriminal dan kekerasan antara lain sebagai berikut :
1.   Pertentangan dan persaingan kebudayaan
      Hal ini dapat memicu suatu tindakan kriminal yang mengacu pada kekerasan bermotif SARA (Suku, Agama, Ras, Aliran) seperti yang terjadi pada kerusuhan di Sampit antara orang Madura dan orang Kalimantan
2.   Kepadatan dan komposisi penduduk
      Seperti yang terjadi di kota Jakarta, karena kepadatan dan komposisi penduk yang sangat padat dan sangat padat di suatu tempat mengakibatkan meningkatnya daya saing, tingkat strees, dan lain sebagianya yang berpotensi mengakibatkan seseorang atau kelompok untuk berbuat tindakan kriminal dan kekerasan.
3.   Perbedaan distribusi kebudayaan
Distribusi kebudayaan dari luar tidak selalu berdampak positif bila diterapkan pada suatu daerah atau negara. Sebagai contoh budaya orang barat yang menggunakan busana yang mini para kaum wanita, hal ini akan menggundang untuk melakukan tindakan kriminal dan kekerasan seperti pemerkosaan dan perampokan. 
4.   Mentalitas yang labil
      Seseorang yang memiliki mentalitas yang labil pasti akan mempunyai jalan pikiran yang singkat tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi. Layaknya seorang preman jika ingin memenuhi kebutahannnya mungkin dia hanya akan menggunakan cara yang mudah, seperti meminta pungutan liar, pemerasan dan lain sebagainya.
5.   Tingkat penganguran yang tinggi
      Dikarenakan tingkat penganguran yang tinggi maka pendapatan pada suatu daerah sangat rendah dan tidak merata. Hal ini sangat memicu seseorang atau kelompok untuk melakukan jalan pintas dalam memenuhi kebutahannya dan mungkin dengan cara melakukan tindak kriminal dan kekerasan.
Namun selain faktor-faktor di atas tindakan kriminal dan kekerasan dapat terjadi jika ada niat dan kesempatan. Maka tindak kriminal dan kekerasan dapat dilakukan oleh siapa, tidak hanya oleh preman atau perampok, bahkan dapat dilakukan oleh orang yang paling dekat bahkan orang yang paling dipercaya.
Dampak Dari Tindakan Kriminal dan Kekerasan
Setiap perbuatan pasti memiliki dampak dari perbuatannya. Termasuk juga dalam tindakan kriminal dan kekerasan yang pasti akan berdampak negatif  seperti :
1. Merugikan pihak lain baik material maupun non material
2. Merugikan masyarakat secara keseluruhan
3. Merugikan Negara
4. Menggangu stabilitas keamanan masyarakat
5. Mangakibatkan trauma kepada para korban
Dengan kata lain dampak dari fenomena tindakan kriminal dan kekerasan ini adalah mengakibatkan kersahaan dimasyarakat dan peran penegak hukum seperti polisi akan sangat diandalkan untuk menangulanginya, namun peran masyarakat juga akan sangat membantu para polisi dalam menangulangi seperti memberikan informasi dan pengamanan lingkungan sekitarnya dengan melakukan siskamling (sistem keamanan lingkungan) yang terintregasi dengan tokoh masyarakat dan polisi.
Ruang Lingkup Tindakan Kriminal
Dalam melakukan tindakan kriminal biasanya dilakukan di  tempat keramaian di mana banyak orang. Karena semakin banyak kesempatan untuk melakukan tindakan kriminal. Tempat-tempat yang biasanya terdapat preman antara lain sebagai berikut :
  1. Pasar Tradisional
Pasar tradisional merupakan salah satu tempat perekonomian berjalan, karena di dalam pasar terdapat penjual dan pembeli yang melakukan transaksi jual beli. Preman memandang ini sebagai lahan untuk melakukan tindakan kriminalitas karena banyak orang membawa barang berharga. Ataupun melakukan pungutan liar kepada lapak-lapak pedagang.
  1. Terminal Bus
Merupakan tempat yang  banyak orang berdatangan ke terminal bus untuk menuju tempat tujuan, hal ini digunakan  untuk melakukan tindak kriminal pada para penumpang bus maupun para supir bus.
  1. Stasiun Kereta Api dan Gerbong Kereta
Stasiun kereta api merupakan tempat yang sangat rampai pada  jam berangkat dan jam pulang kerja, begitu pula yang terjadi di dalam gerbong kereta api. Setiap gerbong kereta api pasti akan selalu padat bahkan hingga atap kereta api. Diantara ratusan penumpang kereta api pasti terselip beberapa preman yang beraksi di stasiun maupun di dalam gerbong kereta api. Hal ini biasanya terdapat di kereta api ekonomi.
  1. Pelabuhan
Pelabuhan merupakan tempat penyeberangan antar pulau. Disini terdapat manusia, bus, dan truk yang akan menyeberang. Hal ini dilirik untuk melakukan tindakan kriminal, biasanya melakukan tindak krimanal dengan cara pembiusan atau hipnotis kepada penumpang kapal, dan melakukan pungutan liat kepada bus dan truk yang akan memasuki pelabuhan.
  1. Jalan Raya
Merupakan tempat umum yang hampir tidak pernah sepi, biasanya pelaku melakukan tindak krimanal pada persimpangan jalan yang tidak ada pengamanan dari polisi, dimana mobil terhenti pada lampu lalu lintas. Biasanya hal ini dilakukan pada malam hari.
Pada saat ini banyak para pelaku melakukan tindakan kriminal secara berkelompok, namun ada juga yang masih melakukan tindakan kriminal secara individu. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam melakukan tindakan kriminal dan para pelaku terbagi atas wilayah kekuasaan yang telah terbagi dan terorganisasi. Setiap wilayah terdapat seorang pemimpin yang mengkoordinasikan para anak buahnya dalam melakukan tindakan kriminal. Khusus tindakan pungutan liar setiap wilayah wajib menyetorkan hasilnya kepada pimpinannya yang kemudian disetorkan kepada oknum. Hal ini dilakukan agar para pelaku tindak kriminal dapat perlindungan dan wewenang dalam satu wilayah.
Solusi Penyelesaian Masalah
Setiap permasalahan pasti ada cara untuk mengatasinya dan ada beberapa cara untuk mengatasi tindak kriminal dan kekerasan, diantaranya sebagai berikut :
1.   Mengenakan sanksi hukum yang tegas dan adil kepada para pelaku kriminalitas tanpa pandang bulu atau derajat. Hal ini akan sangat ampuh untuk memberikan efek jera kepada para pelaku agar tidak mengulangi kembali tindakannya
2.   Mengaktifkan peran serta orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak. Dikarenakan hal ini merupakan dari pencegahan sejak dini untuk mencegah terjadinya tindakan kriminal dan mencegah menjadi pelaku tindakan kriminal.
3.   Selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusak nilai budaya bangsa sendiri. Karena setiap budaya luar belum tentu baik untuk budaya kita, misalnya berbusana mini, berprilaku seperti anak punk, dan lain sebagainya.
4.   Menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai norma dalam masyarakat dimulai sejak dini melalui pendidikan multi kultural , seperti sekolah , pengajian dan organisasi masyarakat.
5.   Melakukan pelatihan atau kursus keahlian bagi para pelaku tindak kriminal atau penganguran agar memiliki keterampilan yang dapat dilakukan untuk mencari lapangan pekerjaan atau melakukan wirausaha yang dapat membuka lapangan kerja baru.
Solusi ini akan berjalan baik bila peran serta pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan ini. Dan semua pihak harus melakukan rekonsiliasi untuk memulihkan ekonomi terutama dengan masyarakat kelas bawah dan harus diingat bahwa kemerosotan ekonomi mengakibatkan tingkat kejahatan meningkat.
Selain itu, perlu juga mempolisikan masyarakat. Artinya, ada fungsi pengamanan dan pencegahan kejahatan yang dijalankan oleh masyarakat. Kondisi sekarang sangat memprihatinkan; masyarakat seolah tidak peduli apabila terjadi kejahatan di sekelilingnya, bahkan di depan matanya, sikap tak acuh masyarakat itu dalam kerangka psikologi sosial dapat dipahami. dalam masyarakat modern telah ada semacam share of responsibility. Tugas keamanan telah diambil alih oleh agen-agen formal, yakni polisi itu sendiri. Dalam kerangka itu juga dapat difahami jika kita tidak lagi bisa berharap pada lembaga informal seperti tokoh masyarakat untuk mengendalikan keamanan karena peran-peran institusi informal telah diruntuhkan oleh pemerintah.
 Mencegah Tindakan Kriminal dan Kekerasan
Ada baiknya mencegah dari pada mengalami tindakan kriminal dan kekerasan. Berikut beberapa cara untuk mencegah atau menghindari tindakan kriminal dan kekerasan :
1.            Tidak memakai perhiasan yang berlebih
2.      Jangan mudah percaya kepada orang baru dikenal
3.      Tidak berpenampilan terlalu mencolok
4.      Bila berpergian ada baiknya tidak sendirian
5.      Menguasai ilmu bela diri
Daftar pustaka
Imam B. Prasodjo, Pengadilan Brutal, http://bpsntbandung.com, Maret 2001
Max Weber , Monopoli, Legitimasi Untuk Melakukan Kekerasan Secara Sah 2010
Sardjono Djatiman, Pengadilan Brutal, http://bpsntbandung.com Maret 2001
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas http://id.wikipedia.org/wiki/Fenomena, 22 September 2010
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas http://id.wikipedia.org/wiki/Kekerasan, 18 Juli 2010
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas http://id.wikipedia.org/wiki/Kriminal, 20 Oktober 2010
www.google.co.id

Peraturan - Peraturan Tentang Keimigrasian

Peraturan atau Undang-Undang Keimigrasian :
Hari ini (7 April 2011) Undang-Undang Keimigrasian yang baru telah disahkan untuk menggantikan UU Keimigrasian no. 9 tahun 1992 yang telah hampir berumur dua dekade. Undang-undang yang baru ini telah dipersiapkan lama sekali oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Depatermen Hukum dan HAM RI. Gagasan untuk pembaharuan UU no. 9/1992 tersebut sudah mulai timbul sejak sekitar tahun 1998an karena “ketidakpuasan” internal Ditjen. Imigrasi terhadap materi yang terkandung dalamnya. Pertama kali saya melihat draft lengkap RUU Keimigrasian itu sekitar tahun 2002, walaupun sebenarnya draft tersebut mungkin saja sudah ada sebelum tahun 2002. Sepengetahuan saya, setiap tahunnya Ditjen Imigrasi terus melakukan revisi dan pembahasan RUU keimigrasian tersebut. RUU Keimigrasian telah dua kali diajukan pemerintah ke DPR, yang pertama ialah pada Oktober 2005 dan yang kedua kalinya ialah pada Februari 2010 yang sekarang kemudian telah disahkan.
Melihat pemberitaan di Kompas.com, berita tentang pengesahan UU keimigrasian ini berjudul “RUU Imigrasi disahkan: Izin Tinggal WNA dipermudah” (http://nasional.kompas.com/read/2011/04/07/1233085/Izin.Tinggal.WNA.Dipermudah). Bisa dilihat dari pemberitaan di media massa nasional titik berat pemberitaan mengenai UU Keimigrasian masih terbatas sebatas Izin Tinggal WNA dan paspor. Dalam sidang pengesahan DPR pengunjung sidang yang sebagian besar adalah suami atau istri dari perkawinan campuran menyambut gembira pengesahan tersebut, karena UU yang baru akan memberikan kemudahan pengurusan izin tinggal bagi suami atau istri dalam perkawinan campuran begitu pula bagi anak-anak hasil perkawinan campuran tersebut.
setelah melihat pemberitaan didalam negeri, saya coba ajak untuk sekilas melihat pemberitaan diluar negeri. Portal berita Adelaidenow.Com.au menyoroti berita pengesahan UU keimigrasian Indonesia dengan sudut pandang yang berbeda. Berita dengan judul “Indonesian legislators pass people smuggling bill” (http://www.adelaidenow.com.au/news/world/indonesian-mps-pass-people-smuggling-bill/story-e6frea8l-1226035585418) menyoroti konten RUU keimigrasian tersebut lebih kepada pengaturan pidana bagi orang-orang yang terkait dengan perdagangan atau penyeludupan manusia antarbangsa. Tentunya Australia memang punya interes tersendiri terhadap Indonesia terutama terhadap politik keimigrasian Indonesia, karena memang Indonesia dan banyak negara-negara sekitar Australia dianggap sebagai “buffer zone” bagi arus masuknya imigrasn ke Australia. Diberita tersebut dicantumkan bahwa pengesahan ini adalah pemenuhan janji SBY ketika ia berpidato di hadapan parlemen Australia di Canberra tahun lalu, yang ketika itu beliau berjanji bahwa undang-undang yang isinya akan menghukum orang-orang yang terkait dengan people smuggling akan segera disahkan dalam beberapa bulan kedapan. Saya tidak tahu apakah hal ini merupakan faktor yang menentukan dalam percepatan pengesahan RUU keimigrasian.
Dengan melihat dua pemberitaan tersebut, yang mana keduanya dikeluarkan dalam waktu yang bersamaan, kita bisa melihat urgensi UU keimigrasian secara nasional maupun secara internasional. Andry Indrady MPA, dalam opini di Media Indonesia pada 17 Januari 2007 yang berjudul “Keimigrasian: Bukan sekedar paspor dan visa” (versi blog dari tulisan tersebut dapat dilihat di http://andryindrady.blogspot.com/2009/06/keimigrasian-bukan-sekadar-paspor-dan.html) menyebutkan bahwa kebijakan keimigrasian pada zaman globalisasi ini tidak cukup hanya sekedar merefleksikan national interest bangsa (inward looking) saja, akan tetapi harus juga harus mencakup cara-cara pandang baru yang yang lebih bersifat global (outward looking). Saat ini pemerintah masih menganggap isu keimigrasian bukanlah isu yang penting dalam kebijakan luar negeri RI, akan tetapi ada beberapa negara yang bergantung pada kebijakan keimigrasian Indonesia, atau setidaknya memperhatikan kebijakan Keimigrasian Indonesia dengan cermat karena akan berdampak bagi negara mereka.
Kalau kita mencermati UU keimigasian yang baru maka kita akan lebih mengerti bahwa keimigrasian bukan Cuma sekedar paspor dan visa, tergantung sikap pemerintah dalam menentukan kebijakan keimigrasian Indonesia, apakah akan memanfatkannya sebagai pendukung kebijakan luarnegeri Indonesia atau dibiarkan hanya sekadar menjadi undang-undang saja. Semoga UU keimigrasian yang baru lebih memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia dan juga bagi politik luar negeri Indonesia.

sumber: http://hukum.kompasiana.com/2011/04/07/undang-undang-keimigrasian-yang-baru-disahkan/

Asas-Asas Untuk Menentukan Kewarganegaraan

Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2006 menyebutkan, Kewarganegaraan adalah segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara. Dan Undang-Undang Kewarganegaraan yang baru ini tengah memuat asas-asas kewarganegaraan umum ataupun universal. adapun asas-asas yang dianut dalam undang-undang ini antara lain :
  1. Asas Ius Sanguinis (law of blood) merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan, bukan berdasarkan negara tempat kelahiran.
  2. Asas Ius Soli (law of the soil) secara terbatas merupakan asas yang menetukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran, yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini.
  3. Asas Kewarganegaraan Tunggal merupakan asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang.
  4. Asas Kewarganegaraan Ganda terbatas merupakan asas yang menetukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini.
Undang-undang kewarganegaraan pada dasarnya tidak mengenal kewarganegaraan ganda (bipatride) ataupun tanpa kewarganegaraan (apatride). Kewarganegaraan ganda yang diberikan kepada anak dalam undang-undang ini merupakan suatu pengecualian. Mengenai hilangnya kewarganegaraan seorang anak hanya apabila anak tersebut tidak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya, dan hilangnya kewarganegaraan ayah atatu ibu tidak secara otomatis menyebabkan kewarganegaraan seorang anak menjadi hilang.
Berdasarkan undang-undang ini anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita  WNI dengan pria WNA, maupun anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita WNA dengan pria WNI, sama-sama diakui sebagai Warga Negara Indonesia. Anak tersebut akan berkewarganegaraan ganda, dan setelah anak berusia 18 tahun atau sudah kawin maka anak tersebut harus menentukan pilihannya, dan pernyataan untuk memilih tersebut harus disampaikan paling lambat 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 tahun atau setelah kawin.
Pemberian kewarganegaraan ganda ini merupakan perkembangan baru yang positif bagi anak-anak hasil perkawinan campuran. Namun perlu di telaah, apakah pemberian dua kewarganegaraan ini akan menimbulkan permasalahan baru dikemudian hari atau tidak, karena bagaimanapun memiliki kewarganegaraan ganda berarti tunduk kepada dua yurisdiksi, dan apabila dikaji dari segi hukum perdata internasional kewarganegaraan ganda memiliki potensi masalah, misalnya dalam hal penentuan status personal yang didasarkan pada asas nasionalitas, maka seorang anak berarti akan tunduk pada ketentuan negara nasionalnya. Bila ketentuan antara hukum negara yang satu dengan yang lainnya tidak bertentangan maka tidak ada masalah, namun bagaimana bila terdapat pertentangan antara hukum negara yang satu dengan yang lain, lalu pengaturan status personal anak itu akan mengikuti kaidah negara yang mana, dan bagaimana bila ketentuan yang satu melanggar asas ketertiban umum pada ketentuan negara yang lain.

sumber: http://www.tanyahukum.com/ketatanegaraan/175/asas-asas-kewarganegaraan/

Otonomi Daerah, Permasalahan-permasalahan yang dihadapi Penyelenggara Otonomi Daerah

Otonomi Daerah
Otonomi Daerah adalah wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah, yang melekat pada Negara kesatuan maupun pada Negara federasi. Di Negara kesatuan otonomi daerah lebih terbatas dari pada di Negara yang berbentuk federasi. Kewenangan mengantar dan mengurus rumah tangga daerah di Negara kesatuan meliputi segenap kewenangan pemerintahan kecuali beberapa urusan yang dipegang oleh Pemerintah Pusat seperti
1. Hubungan luar negeri
2. Pengadilan
3. Moneter dan keuangan
4. Pertahanan dan keamanan
Dampak Positif Otonomi Daerah
Dampak positif otonomi daerah adalah memunculkan kesempatan identitas lokal yang ada di masyarakat. Berkurangnya wewenang dan kendali pemerintah pusat mendapatkan respon tinggidari pemerintah daerah dalam menghadapi masalah yang berada di daerahnya sendiri. Bahkan dana yang diperoleh lebih banyak daripada yang didapatkan melalui jalur birokrasi dari pemerintah pusat. Dana tersebut memungkinkan pemerintah lokal mendorong pembangunan daerah serta membangun program promosi kebudayaan dan juga pariwisata. Kebijakan-kebijakan pemerintah daerah juga akan lebih tepat sasaran dan tidak membutuhkan waktu yang lama sehingga akan lebih efisien.
Dampak negative dari otonomi daerah adalah munculnya kesempatan bagi oknum-oknum di tingkat daerah untuk melakukan berbagai pelanggaran, munculnya pertentangan antara pemerintah daerah dengan pusat, serta timbulnya kesenjangan antara daerah yang pendapatannya tinggi dangan daerah yang masih berkembang.
Masalah Otonomi Daerah
Permasalahan Pokok Otonomi Daerah:
1. Pemahaman terhadap konsep desentralisasi dan otonomi
daerah yang belum mantap
2. Penyediaan aturan pelaksanaan otonomi daerah yang belum memadai dan penyesuaian peraturan perundangan-undangan yang ada dengan UU 22/ 1999 masih sangat terbatas
3. Sosialisasi UU 22/1999 dan pedoman yang tersedia belum mendalam dan meluas
4. Manajemen penyelenggaraan otonomi daerah masih sangat lemah
5. Pengaruh perkembangan dinamika politik dan aspirasi masyarakat serta pengaruh globalisasi yang tidak mudah masyarakat serta pengaruh globalisasi yang tidak mudah dikelola
6. Kondisi SDM aparatur pemerintahan yang belum menunjang sepenuhnya pelaksanaan otonomi daerah
7. Belum jelas dalam kebijakan pelaksanaan perwujudan konsepotonomi yang proporsional kedalam pengaturan konsepotonomi yang proporsional ke dalampengaturan pembagian dan pemanfaatan sumber daya nasional, serta perimbangan keuangan Pusat dan Daerah sesuai prinsip-prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, pemerataan dan keadilan, serta potensi dan keanekaragaman daerah
dalam kerangka NKRI


Permasalahan pokok tersebut terefleksi dalam 7 elemen pokok yang membentuk pemerintah daerah yaitu;

1. kewenangan,
2. kelembagaan,
3. kepegawaian,
4. keuangan,
5. perwakilan,
6. manajemen pelayanan publik, dan
7. pengaasan.

Sumber-sumber Penerimaan Daerah dalam pelaksanaan desentralisasi meliputi:
1. PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)

o Hasil pajak daerah
o Hasil restribusi daerah
o Hasil perusahan milik daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
o Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah,antara lain hasil penjualan asset daerah dan jasa giro

2. DANA PERIMBANGAN

o Dana Bagi Hasil
o Dana Alokasi Umum (DAU)
o Dana Alokasi Khusus

3. PINJAMAN DAERAH

o Pinjaman Dalam Negeri
1. Pemerintah pusat
2. Lembaga keuangan bank
3. Lembaga keuangan bukan bank
4. Masyarakat (penerbitan obligasi daerah)

o Pinjaman Luar Negeri
1. Pinjaman bilateral
2. Pinjaman multilateral
3. Lain-lain pendapatan daerah yang sah;

o hibah atau penerimaan dari daerah propinsi atau daerah Kabupaten/Kota lainnya,
o penerimaan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan

Sumber: http://id.shvoong.com/law-and-politics/political-philosophy/2062077-pengertian-otonomi-daerah/#ixzz1Ml882Ey9

Selasa, 13 Maret 2012

Belajar Java



Pengertian Java

Java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam. Dikembangkan oleh Sun Microsystems dan diterbitkan tahun 1995.


Contoh Kode Program Sederhana Dalam Java

Contoh program Halo dunia yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman Java adalah sebagai berikut:

Code:

class HaloDunia
{
public static void main(String[] argumen)
{
System.out.println("Halo Dunia");
}
}

Lebih Lanjut....

java adalah sebuah pemrograman yang bersifat OOP atau kata lainnya adalah, Object Oriented Programming,dimana didalamnya kita harus mememahami apa yang disebut dengan:

encapsulation

inheritance

polymorphissm

untuk mengatahui ini silahkan cari di google yah, sebab saya akan menjelaskan garis besarnya dasar java, dan yang terpenting adalah memahami bahasa pemrograman lewad contoh script yang sudah ada.

Ok pada kali ini saya akan langsung memberikan bentuk dasar dari bahasa java..

dasar syntax dari java adalah seperti yang tertera dibawah ini:


code dasar java:

Code:

public class hello

{

public static void main(String[] args)

{



}

}
nah seperti itu lah gamabaran global dari script java.

Selanjutnya kita bisa menambahkan atau memodifikasi script itu secara sederhana:

code 1:


Code:

public class hello

{

public static void main(String[] args)

{

System.out.println( Hallo java NetBeans );

}

}

output:


Hallo java NetBeans

perintah System.out.println digunakan untuk menampilkan data

Setelaha kita bermain-main dengan script sederhana, sekarang kita akan melakukan basic dari java yang lainnya

sekarang saatnya kita mengetahui type-type variable yang terdapat di bahasa pemrograman java. Untuk pengertian dari definisi variable gue anggap loh udeh pada ngerti yah

dalam java ada beberapa variable:


byte

short

int

long

float

double

char

String

boolean

untuk pengertian dari masing masing variable gue anggap juga loh semuanya udeh pada tahu yah, karena di bahsa pemrograman yang lain sudah sering dibahas, masa dibahas lagi sih, nanti jadi panjang dan g singkat donk

sekarang setelah mengetahui variable variable apa saja yang terdapat dalam java, kini saatnya kita mengetahui bagaimana cara mengdeklarasikan variable tersebut dalam code

code deklarasi_variable:


Code:

public class Variables

{

public static void main(String[] args)

{

int myVariable

}



}

nah seperti itu lah kita dapat mendeklarasikan variable didalam bahasa java. Oh yah, jika ada pertanyaan seperti ini: Bagaimana jika kita ingin mendeklarasikan 2 atau lebih variable yang sama jenis datanya???, ok ini sangat mudah...mari kita langsung pergi ke TKP (code)


code deklarasi_variable_1:


Code:

public class Variablee

{

public static void main(String[] args)

{

int variablesatu, variabledua

}

}
mudahkan, kalo mau banyak yah tinggal di tambahkan saja varibalenya, xii,xii


cara lain pakai variable:


code caralain_var:


Code:

public class lain

{

public static void main(String[] args)

{

int a = 5;

String bro = Hallo brother ;



System.out.println(a);

System.out.println(bro);

}

}

dan selanjutnya silahkan di exploitasi sendiri, karena ini hanya dasar. Untuk selnajutnya kita akan belajar mengenai IF argument atau biasa di sebut dengan IF decission atau pilahan menggunakan statement IF, dari sini kita bisa langsung paham dan mengerti, perintah ini adalah untuk melakukan operasi apabila statement tersebut terpenuhi

code if:


Code:

public class pilih

{

public static void main(String[] args)

{

int I = 5;

if (I == 5)

System.out.println( i is aqual 5 );

}

}

mudahkan bukan, jadi disini akan mencetak tuisan I is aqual 5 jika kondisi terpenuhi, jika tidak terpenuhi maka tidak akan mencetak.

Untuk lebih lanjutnya kita akan mengetahui pengertian dari beberapa operator:

== berarti sama dengan

!= berarti tidak sama dengan

>= berarti lebih besar sama dengan

<= berarti lebih kecil sama dengan

> berarti lebih besar

< berarti lebih kecil

sedikit contoh code pengunaan if..else

code:


Code:

public class codeifels

{

public static void main(String[] args)

{

int a = 2;

if (a == 3)

System.out.println( a is aqual 3 );

else

System.out.println( a is not equal 3);

}

}

nah setelah kita mengtahui bagaimana if dan if..else, maka kita sekarang akan mengtahui bagaimana fungsi dari if bersarang atau juga biasa di sebut nested if.

Code:


Code:

public class ifnest

{

public static void main(String[] args)

{

int a = 1;

if (a < 0)

System.out.println( Negative );

else

if (a > 0)

System.out.println( Positive );

else

System.out.println( Zero alias Nol );

}

}


ok setelah mengetahui bagaimana if bersarang, maka saatnya kita belajar switch decission, switch deccission ada laha melakaukan sebuah pilihan dengan sama dengan if decission tapi bedanya ini melakukan pilihantanpa melihad kondisi terpenuhi apa tidaknya, langsung saja kita melihat code yang tersdia.

Code:


Code:

public class pilih

{

public static void main(String[] args)

{

int b = 3;

switch(b)

{

case 1:

System.out.println( b is 1 );

break;

case 2:

System.out.println( b is 2 );

case 3:

System.out.println( b is 3 );

default:

System.out.println( Invalid value you inputed );

}

}

oke deh, sekarang saat belajar looping, atau dikenal sebagai perulangan.

For looping( perulangan dengan for statement)

code:

Code:

public class ulang

{

public static void main(String[] args)

{

int q ;

for (q = 0;q <= 10;q++)

System.out.println( Ulang );

}

}
q++ adalah fungsi increement untuk penambahan bilangan yang akan di ulang jika kondisi yang dikerjakan tidak terpenuhi.

Untuk contoh perulangan dengan while loop

code:


Code:

public class ulangg

{

public static void main(string[] args)

{

int s = 1;

while ( s <= 10)

System.out.println( ulang );

s++;

}

}

dan untuk perulangan dengan memakai do..while

code :

Code:

public class ulanggg

{

public static void main(string[] args);

{

int d = 1;

do

{

System.out.println( lang );

d++;

}

while (d <= 5)

}

}

wah sekalian telah mengerti kan dasar dari pemrograman java, mudah bukan, sebab ini sama dengan bahasa pemrograman yang terdahulunya, seandainya kita mengusai yang terdahulunya seperti pascal, c, dan c++, maka pemrograman java basic sangatlah mudah di mengerti, sekarang saatnya kita melanjutkan inti dari berbagai pemrograman yang ada, yaitu array, sebelumnya mungkin kalian sudah ada yang tahu mengenai tetang array, sedikit gue akan mengulangi pengertian array yang gue pelajarin selama ini, kalo salah gue mohon maaf aja yah, namanya juga share ilmu...

array adalah sebuah larik, atau bisa juga disebut dengan matrik,

deklarasi array secara umum.

Code:

Code:

public class larik

{

public static void main(string[] args)

{

int [] a;

}

}

setalah mengetahui bentuk dasar dari array sekarang kita akan membuat array itu berisi dengan sebuah nilai.

Code :


Code:

public class larik

{

public static void main(string[] args)

{

int [] a = new [5];

}

}

dari code diatas kita tahu bahwa sekarang array telah di definisikan dan di beri nilai sebesar 5

array juga bisa di definisikan denga perintah seperti ini, tergantung si programmer yang buatnya.

code :


Code:

public class matrik

{

public static void main(string[] args)

{

int [] g = {12,23,34,45,56};

}

}

nah setelah kita tahu bagaimana array, sekarang kita akan belajar bagaimana array dapat digunakan.

Code :

Code:

public class uselarik

{

public static void main(string[] args);

{

int [] w = new int [5];

w[0] = 1;

w[1] = 2;

w[2] = 3;

w[3] = 4;

w[4] = 5;

}

}

contoh lainnya

code :

Code:

public class lain

{

public static void main(string[] args)

{

int [] h = new int[5];

for (int w = 0;w <= 5;w++)

h[w] = 0;

}

}


heem, sekian dulu yah tutorial basic java dari gue, nanti kita lanjut lagi di basic java 2 ok..


SESSION 2


Tutorial Dasar Dasar Pemorgraman Java




Java adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling diminati oleh banyak orang sekarang. Tingkat kompatibelitas yang tinggi, dan banyaknya fitur fitur baru yang tidak dimiliki oleh bahasa pemrograman lainnya membuat java semakin melejit. Selain itu mudah dan simplenya syntax dari java juga membuat bahasa pemrograman yang satu ini banyak diminati. Keunggulan dari Java yang lainnya adalah, terdapatnya J2ME (Java 2 Platform Micro Edition), J2SE (Java 2 Platform Standart Edition) dan J2EE (Java 2 Platform Entreprise Edition). Dimana J2ME adalah versi Java yang digunakan untuk platform platform kecil, seperti Mobile Phone, PDA , dll. Sedangkan J2EE adalah versi java yang digunakan untuk platform besar, atau untuk aplikasi aplikasi bersekala besar. Nah yang akan kita pelajari saat ini adalah J2SE, yaitu versi java yang digunakan untuk personal computer maupun notebook. Untuk memulai membuat aplikasi dengan menggunakan Java kita harus mendownload compiler untuk java terlebih dahulu, yaitu JDK. Sebenarnya cukup dengan memiliki compiler java, kita sudah bisa mulai membuat aplikasi dengan menggunakan java, akan tetapi jika kita mengalami kesulitan ketika meng-compile ataupun men-debug program kita maka saya sarankan untuk menginstal IDE untuk java sekalian, yaitu Netbeans, Eclipse maupun JCreator. Mungkin saya sedikit merekomendasikan penggunaan Netbeans sebagai editor, karena fiturnya lengkap dan memudahkan kita saat membuat program.
Setelah menginstall JDK dan Netbeans mari kita mulai membuat program dengan menggunakan Java, untuk permulaan perhatikan contoh dibawah ini yang merupakan program

“Hello Word” menggunakan Java; public class Welcome { public static void main( String args[] ) { System.out.println( "Hello Words !!!" ); } } Maka setelah program diatas kita compile, akan mengeluarkan output berupa Hello Words !!! . System.out.println( "Hello Words !!!" );

ini adalah method yang digunakan untuk menampilkan text didalam java dengan karakter setelah mencetak text yang kita inginkan ia langsung berganti baris. Untuk method yang mirip ini akan tetapi tidak berganti baris setelah selesai menampilakan text adalah System.out.print(); perhatikan contoh penggunaannya dibawah ini;

public class Welcome { public static void main( String args[] ) { System.out.print( "Hello " ); System.out.print( "Words !!!" ); } } Maka setlah kita compile program diatas juga akan menghasilkan output yang sama yaitu Hello Words !!!


Selanjutnya kita akan mempelajari tentang escape character, yaitu karakter karakter tertentu yang dipergunakan dalam bahasa pemrograman untuk memodifikasi pencetakan text. Supaya lebih jelas perhatikan program dibawah ini :

public class Welcome { public static void main( String args[] ) { System.out.print( " Hello\nWords!!!" ); } }


Maka output dari program diatas adalah Hello Words!!!
Penggunaan escape character \n berfungsi untuk mengganti baris dari proses pencetakan text tersebut



Setelah kita membahas program Hello Words sederhana, selanjutnya kita akan membahas mengenai input dan output yang digunakan dalam Java. Sebagai contoh pertama perhatikanlah program dibawah ini, dimana program akan meminta inputan berupa dua buah bilangan integer atau bilangan bulat kepada user dan menampilkan hasil penjumlahannya ke layar.

import java.util.Scanner; public class Penjumlahan { public static void main( String args[] ) { Scanner input = new Scanner( System.in ); int angka1; int angka 2; int jumlah;
System.out.print( "Masukan Bilangan Bulat Pertama: " ); angka1 = input.nextInt();
System.out.print( " Masukan Bilangan Bulat Kedua: " ); angka2 = input.nextInt(); jumlah = angka1 + angka2; System.out.println( "Jumlahnya Adalah : "+sum ); } } import java.util.


Scanner;

-

Adalah pengambilan class dalam java library, dimana class tersebut digunakan untuk mengambil inputan dari user Scanner input = new Scanner( System.in ); Adalah sebuah instansiasi variable input yang nantinya, variable yang bernama input tersebut digunakan untuk mengambil inputan dari user angka1 = input.nextInt(); Menunjukan bahwa variable number1 digunakan untuk menampung inputan pertama dari user angka2 = input.nextInt(); Menunjukan bahwa variable number1 digunakan untuk menampung inputan pertama dari user jumlah = angka1 + angka2; Adalah operasi aritmatika yang menunjukan bahwa variabel jumlah diisi oleh penjumlahan dari variable angka1 dan angka1 System.out.println( "Jumlahnya Adalah : "+sum ); Adalah cara untuk menampilkan suatu variable pada layar, jadi yang akan ditampilkan adalah text “Jumlahnya Adalah :” dan nilai dari variable jumlah. Output dari program diatas adalah : Masukan Bilangan Bulat Pertama: 35 Masukan Bilangan Bulat Pertama: 65 Jumlahnya Adalah : 117 Selain penjumlahan operator artimatikan dalam Java juga bisa berupa : Perkalian #contoh : c = a * b; Pembagian #contoh : c = a / b; Pengurangan #contoh : c = a - b; Modulo #contoh : c = a % b;



Yang akan kita bahas kali ini adalah mengenai Control Statements, dimana pertama tama kita akan membahas tentang struktur percabangan. Yaitu sebuah cara dimana program akan membuat suatu decesion atau keputusan terhadap apa yang akan dilakukannya, Sebagai contoh perhatikan kalimat berikut : “Jika hari hujan maka jalanan licin” sedangkan keadaan yang terjadi adalah hari tidak hujan maka jalanan tidak licin. Kasus tersebut adalah contoh sederhana dari sebuah kasus percabangan, sebagai contoh lain adalah berikut : “Jika nilai lebih dari 60 maka lulus” hal ini bisa digambarkan dalam flowchart seperti dibawah ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr2OolALepatqx3056UxDQ-HUmXlS7IgaGhxfHbWZ3a4cXZQcMRUuV8vs2SxVZVrOg2ugvgUuHJBSKBSDUsOBXFzihTLS9eRc7P_M7GNK42_CQlOBEhodVY2RDiO9j5iK0pwfshsBKZdM/s320/Gambar+3.1.jpg

Maka dalam flowchart tersebut diilustrasikan bahwa jika “grade” lebih dari sama dengan 60 maka akan di-print “paseed”, hal ini dapat direpresentasikan dalam java sebagai berikut : import java.util.Scanner;

public class Grade { public static void main( String args[] ) { Scanner input = new Scanner( System.in ); int grade = input.nextInt(); if ( grade >= 60 ) { System.out.println( "Passed" ); } else { System.out.println( "Failed" ); } } }


Dalam program diatas dapat kita lihat bahwa percabangan sederhana dalam pemrograman komputer direpresentasikan dengan menggunakan if else. Dimana cara penggunaannya adalah sebagai berikut:

if ( kondisi ) { Tindakan1 } else { Tindakan2 }

Selain percabangan ini, kita juga bisa menggunakan multi percabangan, yaitu menggunakan struktur “if,else if”. Perbedaannnya adalah percabangan ini bisa digunakan untuk multi kondisi sehingga tidak hanya terbatas pada dua kondisi seperti if esle. Cara penggunaannya adalah sebagai berikut :

if (kondisi1) { Tindakan1 } else if(kondisi2) { Tindakan2 } else if(kondisi3) { Tindakan3 } else if(kondisi4) { Tindakan4 } else { Tindakan5 }

Untuk contoh programnya adalah sebagai berikut :

import java.util.Scanner; public class Grade { public static void main( String args[] ) { Scanner input = new Scanner( System.in ); int studentGrade = input.nextInt(); if ( studentGrade >= 90 )
{ System.out.println( "A" ); } else if ( studentGrade >= 80 )
{ System.out.println( "B" ); } else if ( studentGrade >= 70 )
{ System.out.println( "C" ); } else if ( studentGrade >= 60 )
{ System.out.println( "D" ); } else { System.out.println( "F" ); } } }

Selain menggunakan if, else if, kita juga bisa menggunakan Switch Case untuk merepresentasikan multi percabangan. Sebagai contoh perhatikan program dibawah ini :

public class Grade { public static void main( String args[] ) { Scanner input = new Scanner( System.in ); int angka = input.nextInt(); switch (angka) { case 1:
System.out.println("Satu"); break; case 2:
System.out.println("Dua"); break; case 3:
System.out.println("Tiga"); break; default:
System.out.println("Bukan Satu, Dua, Ataupun Tiga!!!"); break; } } }

Maka ketika kita compile program diatas akan meminta inputan bilangan integer, jika kita inputkan 1, maka yang keluar adalah Satu , jika 2 maka yang keluar adalah Dua , jika 3 maka yang keluar adalah Tiga , dan jika lain itu maka yang keluar adalah Bukan Satu, Dua, Ataupun Tiga!!!.



Sebelum menginjak ke Control Statements kedua yaitu perulangan atau “looping” kita akan membahas tentang increment decrement terlebih dahulu. Increment adalah proses iterasi atau penambahan suatu bilangan dengan suatu konstanta, kalo decrement adalah prosess pengurangan suatu bilangan dengan suatu konstanta. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut : ++ prefix increment ++a Increment a by 1, then use the new value of a in the expression in which a resides. ++ postfix increment a++ Use the current value of a in the expression in which a resides, then increment a by 1. -- prefix decrement --b Decrement b by 1, then use the new value of b in the expression in which b resides. -- postfix decrement b-- Use the current value of b in the expression in which b resides, then decrement b by 1. Untuk lebih jelas perbedaan dalam penggunaannya maka perhatikan contoh program dibawah ini : public class Increment { public static void main( String args[] ) { int c; c = 5; System.out.println( c ); System.out.println( c++ ); System.out.println( c ); System.out.println(); c = 5; System.out.println( c ); System.out.println( ++c ); System.out.println( c ); } }Maka output dari program diatas adalah sebagai berikut : 5 5 6 5 6 6 Perbedaan antara c++ dan ++c adalah penaruhan prosess incrementnya, jika c++ ia melakukan prosess dulu baru mengincrement nilai c, tapi jika ++c ia mengincrement nilai c terlebih dahulu baru melakukan proses. Nah sekarang mari kita bahas tentang perulangan, untuk pertama kita akan bahas perulangan menggunakan while().

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK1_kdBGVbUN9KhZPQCIe3KLzKZt-f3T2h6IHYssDd5nKTiQR-hAEaD8a4_k2S8v4DtPfW0CLOxuVnmkffPr1YfV21aSDoKQyblW9wbsLpTkEnWPgNB9_3S_rZb3ig5e4C-P-dhFS23tY/s320/Gambar+4.1.jpg

Pertama tama kita inisialisai variable integer Angka dengan nilai 1, terus di cek apakah Angka kurang dari 10 dan jika benar maka iterasi berjalan ke pencetakan angka yaitu “1”, selanjutnya dilakukan increment atau penambahan pada angka yang akhirnnya sekarang variable angka bernilai 2, selanjutnya dicek lagi apakah angka kurang dari 10, dan ternyata benar maka dilakukan pencetakan angka “2”, begitu seterurnya hingga ankhirnya angka bernilai 11 dan setelah dicek ternyata angka tidak lagi kurang dari 10 maka perulangan berakhir sampai disini, dan jika dilihat flowchart diatas menghasilkan sederetan angka sebagai berikut : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Untuk reperesentasi ke bahasa pemrograman adalah sebagai berikut: public class WhileLooping { public static void main( String args[] ) { int angka = 1; while ( angka <= 10 ) { System.out.println(angka); ++counter; } } } Selanjutnya kita akan membahas tentang perulangan menggunakan do-while, supaya lebih mudah perhatikan flowchart dibawah ini : Gambar 4.2

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQiPydyt8WktJ5Kl2rsyEOL_p_btWgAUuk10gO4AO9k3SCAQ8VXPxJqYBi9O5OSwfYSVMxSFnOpAQRmUL934kn8cv-U7yFGD1KS917ouyLxjIQsf8n-vKx_aHnwZQfMJFoB2AQgAFK244/s320/Gambar+4.2.jpg

Maka dari gambar Diatas akan terlihat jelas bahwa, dalam perulangan do-while yang dilakuan terlebih dahulu bukanlah pengecekan seperti perulangan dengan while, tetapi assigment, setelah selesai akan mengerjakan assigment, bari ia mengecek dam membuat keputusan apakah looping harus dilanjutkan atau tidak. Untuk contoh programnya adalah sebagai berikut : public class DoWhileTest { public static void main( String args[] ) { int counter = 1; do { System.out.println(counter); ++counter; }while ( counter <= 10 ); } }Perulangan yang terakhir, yang akan kita bahas adalah perulangan yang menggunakan “for”, sebenarnya inti dari perulangan “for” sama dengan perulangan yang menggunakan “while”, akan tetapi perbadeaannya adalah dalam pemakaiannya saja, perulangan menggunakan “for” kita gunakan jika kita telah mengetahui berapa kali perulangan akan dilakukan, misalnya 5kali, 10kali, atau nkali perulangan, hal ini tentu saja bisa dibuat menggunakan while, akan tetapi kelebihan while adalah dia juga bisa melakukan perulangan dimana kita tidak tahu sampai kapan perulangan itu akan berhenti, misalnya sampai user menginputkan -1, nah dalam hal ini kita tak pernah tahu berapa kali perulangan yang terjadi, yang kita tahu hanyalah perulangan akan berhenti kita kita menginputkan -1. Untuk lebih jelasnya perhatikan flowchart dibawah ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii5C7I6Vce5MZzo1R9QKbbk-RLTT5kSLjrEcH2m5UlILU466KgOr6G4Cb3eWF2gTHi2LIfzm83WK_21ih1ZIOJ22RcPCGlrxQLUfnzVbhhQL8982DbZTTCoT0o3A99muu27_fsxpU-xbU/s320/Gambar+4.3.jpg

Flowchart tersebut tidak berbeda jauh dengan flowchart while, hal ini membuat setiap perulangan yang menggunakan for bisa diubah menjadi while, akan tetapi perulangan while belum tentu bisa diubah menjadi for. Untuk representasi javanya dibawah ini : public class ForCounter { public static void main( String args[] ) { for ( int counter = 1; counter <= 10; counter++ ) { System.out.println( counter ); } } } Untuk statement for yang lebih umum adalah sebagai berikut :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2DZzLRqrwfTVwMZIvW1_qeaGhOfg9EbviQy9xCjIcyEhIqk1vuFjjbpQyVuAcI7A8urL2Lmi0uuxungx3spJC8fNEqR6PjCASME20kYqI_DcVf2yGv3LYH9guqmq9gwEb0yRF1PUVMNc/s320/Gambar+4.4.jpg



Array adalah salah data type yang terdiri dari beberapa elemen atau kumpulan kumpulan values dari variable yang sejenis. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambarannya sebagai berikut : Jika kita mendeklarasikan variable primitif sebagai contoh int a = 10; maka dalam memori komputer akan menyimpan nama dari varibel tersebut beserta valuenya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-oBB_epaFLs32zmAdAqaRObAdmpufH1_NJh0coj7KuUjhn8bZ5_2RRFPy0rlL_TfKGm-xhyphenhyphenT0r9m8NuL-eMN2-quY1s02QVUclO5KYcm-ZnRyQ4Slcd1TAdZddl5DoYwR6WrOsI3gcBE/s320/Gambar+5.1.jpg

Perbedaannya dengan array adalah, dalam suatu varibel yang dideklarasikan sebagai array dia bisa menyimpan value lebih dari satu pada indeks yang berbeda

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihcMX0A8u3LNkvKuO9fEzrh40qJtGDTuKgb5vp4fREq48pfXD_6bV5cgGb0PB7AC1apAErPoNOuuo4Qt4-r6pE6djzGuZMGNsXmez8rptoRucXl1CJ9HBzFanUN95QwtiNJa5O6U2DkWw/s320/Gambar+5.2.jpg

maka dalam ilustrasi diatas bisa diartikan bahwa variabel array “A” dengan tipe integer memiliki nilai 10 pada indeks ke-0, 11 pada indeks ke-1, 19 pada indeks ke-2, dan 27 pada indeks ke 3. Dengan demikian array “A” memiliki panjang 4 dan memiliki tipe data integer. Berikut ini adalah contoh implementasi array pada java.

public class InitArray { public static void main( String args[] ) { int array[] = new int[ 10 ]; System.out.printf( "Index\tValue" ); for ( int counter = 0; counter <>

Maka setelah kita compile akan menghasilkan output demikian : Index Value 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 0


Contoh diatas merupakan array yang belum diberi nilai, maka setiap indeks dalam array akan diisi nilai 0 oleh Java, nah selanjutnya kita akan bahas mengenai bagaimana memberi nilai pada array tersebut, perhatikan contoh program dibawah ini :

public class InitArray { public static void main( String args[] ) { int array[] = { 32, 27, 64, 18, 95, 14, 90, 70, 60, 37 }; System.out.printf( "Index\tValue" ); for ( int counter = 0; counter <> { System.out.printf( counter + “\t”+array[ counter ]); } } }

Maka ketika kita compile, output array tidak lagi bernilai 0, karena sudah kita isi nilai didalamnya,
perhatikan outputnya dibawah ini : Index Value 0 32 1 27 2 64 3 18 4 95 5 14 6 90 7 70 8 60 9 37 Penggunaan Array tidak hanya terbatas disitu saja, kita juga bisa membuat array multi dimensi, berbeda dengan contoh contoh diatas tersebut, array multi dimensi memiliki indeks legih dari satu digit, misal array[4][4], hal ini dapat direpresentasikan bahwa array tersebut memiliki jumlah kolom 4 dan baris 4.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ36q9G0oth29AImcPocVPQObv6qnFaFBGSMiS3IkvyJZ6cjdUkBhTSZxKs3x8hyKOdst7O4_5gI-VCc_aQSz3ueXNPQreNV6lLbjzBwzk9s8eAJ1I5uTFze05iBqov-tqeennvN5U-KY/s320/Gambar+5.3.jpg

Gambar 5.3 Deklarasi array multidimensi tanpa memeberi nilai adalah seperti dibawah ini :

int array[][] = new int[ 10 ]; dan untuk deklarasi array sekaligus memberi nilai pada array tersebut adalah seperti ini : int array[][] = { { 1, 2, 3, 4 }, { 5, 6, 7, 8 }, { 9, 10, 11, 12 }, { 13, 14, 15, 16 } };

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh program dibawah ini :

public class Main { public static void main(String[] args) { int array[][] = { { 1, 2, 3, 4 }, { 5, 6, 7, 8 }, { 9, 10, 11, 12 }, { 13, 14, 15, 16 } }; for(int i=0; i<4; j="0;">


Maka jika kita compile akan menghasilkan output seperti dibawah ini : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16


String adalah suatu tipe data bentukan seperti halnya array, bahakan string bisa disebut array of char, yaitu array dari tipe data char (karakter), sehingga membentuk suatu tipe data baru yang bisa menyimpan susunan huruf atau karekter lainnya.

public class Main { public static void main(String[] args) { Scanner in = new Scanner(System.in); String nama = in.nextLine(); System.out.println("Nama Anda : " + nama); } }

Jika kita compile program diatas akan meminta inputan dari user dan menampilkannya di layar, output dari program diatas adalah : Nama Anda : Yohanda Mandala Selain itu kita juga bisa melakukan suatu rekayasa pada tipe data string dengan menggunakan method methodnya, sebagai contoh adalah mencetak suatu string secara terbalik seperti dalam contoh dibawah ini :

public class Main { public static void main(String[] args) { String kata = "abcdefghij"; for(int i=kata.length()-1; i>=0; i--) { System.out.print(kata.charAt(i)); } } }

Maka ketika kita compile yang keluar bukanlah string "abcdefghij" akan tetapi justru sebaliknya yaitu "jihgfedcba". kata.length() Adalah method yang digunakan untuk mendapatkan panjang dari string tersebut. Didalam hal ini panjang dari string tersebut adalah 10, untuk penghitungannya dimulai dari 0, sehingga karakter “a” pada stringg tersebut berada pada indeks ke-0 dan karakter “j” berada pada indeks ke “9”. kata.charAt(i) adalah method yang digunakan untuk mendapatkan karakter string pada indeks ke-i. Untuk method method apa saja yang terdapat pada string bisa dilihat di Java Doc ketika menggunakan IDE NetBeans.



Method atau fungsi dalam java adalah suatu cara untuk memecah program menjadi beberapa bagian, sehingga ketika mengerjakan program tersebut bisa dilakukan pembagian tugas kepada beberapa orang. Ketika kita sudah mendevelop program dalam sekala besar maka kita perlu menggunakan yang namanya method. Untuk lebih jelasnya perhatikan program dibawah ini :

public class Main { public static void main(String[] args) { Print(); } static void Print() { System.out.println("Method Print Sukses Dipanggil!!!"); } }


Bagian yang diblok warna abu abu tersebut merupakan method berguna untuk mencetak string "Method Print Sukses Dipanggil!!!" tersebut. Dimana method tersebut dipanggil pada bagian yang diblok warna kuning diatas. Keyword static disini diperlukan karena method tersebut berada di main class yang juga bersifat static sehingga method method menyertainya juga harus bersifat static. Keyword void merupakan salah satu indikasi bahwa method ini tidak mereturn/mengembalikan nilai apapun, untuk method yang mereturn/mengembalikan suatu nilai tertentu akan kita bahas nanti. Method diatas adalah salah satu method yang tidak menerima passing variable apapun dan juga tidak mereturn variable apapun, untuk contoh method yang menerima passing variable tertentu perhatikan contoh dibawah ini :

public class Main { public static void main(String[] args) { Maksimum(5, 7); } static void Maksimum(int a, int c) { if(a>c) { System.out.println("Nilai Maksimumnya Adalah : "+a); } else if( a <> { System.out.println("Nilai Maksimumnya Adalah : "+c); } else { System.out.println("Dua Bilangan Tersebut Sama Besar"); } } }


Dari contoh diatas dapat kita ketahui bahwa method Maksimum membutuhkan dua variable integer untuk dipassingkan, dan dari dua variable integer yang dipassingkan tersebut akan dicetak variable mana yang lebih besar. Selain itu ada juga method yang memiliki nilai kembalian, atau return value, sebagai contoh perhatikan program untuk mencari nilai kuadrat bilangan integer dibawah ini dibawah ini : public class Main { public static void main(String[] args) { System.out.println( Kuadrat(5) ); } static int Kuadrat(int a) { return a * a; } } Untuk membuat method yang memiliki nilai kembalian/return value, maka kita harus menghilangkan keyword void pada method yang kita buat dan menggantikannya dengan jenis variable kembalian kita, dimana dalam contoh tersebut nilai kembalian / return value berupa integer. Pengenalan Teknik Rekursif Dalam suatu method kita dapat memanggil method yang lainnya, atau bahkan memanggil method itu sendiri, peristiwa pemanggilan method oleh dirinya sendiri inilah yang disebut rekursif. Contoh sederhana dari rekursif adalah faktorial (!). Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh dibawah ini :

5! = 4! * 5 4! = 3! * 4 3! = 2! * 3 2! = 1! * 2 1! = 1

Dari contoh diatas dapat kita lihat bahwa sebenarnya faktorial dari bilangan n, merupakan faktorial bilangan n-1 dikali dengan n, dan begitu seterusnya hingga n=1. Ketika n=1 maka ada kasus spesial yaitu 1!=1. Untuk implementasinya pada java, perhatikan program dibawah ini :

public class Main { public static void main(String[] args) { System.out.println(Faktorial(5)); } static int Faktorial(int n) { if (n == 1) { return 1; } else { return n * Faktorial(n - 1); } } }

Seperti halnya perulangan biasa, jika tidak ada base case maka method rekursif ini akan mengalami infinite loop yang akan menghabiskan memori.
yopisukita
27-03-2010, 12:44 PM
SESSION KETIGA



Banyak yang mengalami kesulitan untuk penginstallan J2SDK karena proses installasi yang sedikit beda karena harus merubah patch pada komputer.

Kali ini ciebal akan memberikan sedikit pencerahan tentang cara menginstall Java 2 Sofware Development Kit atau lebih dikenal dengan J2SDK.

Berikut cara installasinya :

1. Download J2SDK Installer DI SINI (http://java.sun.com/j2se/1.4.2/download.html)

2. Install software seperti biasa

3. Setelah proses installasi selesai, ubah patch dengan cara Klik Kanan My Computer > Advanced >Environment Variables

4. Kemudian pada System Variables pilih Patch > Edit

5. Terdapat beberapa patch, tambahkan ;C:\j2sdk1.4.1\bin pada patch. Ingat jangan hapus patch yang ada dan jangan lupa tambahkan tanda ; sebelum menambahkan patch. Lihat Gambar :

http://materikuliah.net/files/2009/10/install-j2sdk.JPG

6. Kemudian Tekan OK dan simpan semua pekerjaan.

Untuk Mengecek apakah Commnd Prompt dapat menjalankan perintah java maka bukalah CMD lalu ketikan javac. Apabila proses berhasil maka akan tampil pada CMD seperti berikut ini :

http://materikuliah.net/files/2009/10/cmd-javac.JPG

Apabila gagal maka yang akan tampil adalah :

http://materikuliah.net/files/2009/10/cmd-javac-gagal.JPG

Semua proses installasi selesai, sekarang silahkan berkreasi dengan program-program ciptaan ente




Source Code/program Program Java :

1. Membuat Aplikasi Chatting Dengan Java


// program server: simpan dalam ServerKu1.java
// kompile menjadi ServerKu1.class
import java.net.*;
import java.io.*;
public class ServerKu1 {
public static void main(String[] args) {
try {
ServerSocket ss = new ServerSocket(2002);
System.out.println("Menunggu Klien...");
Socket s = ss.accept();
System.out.println("Klien telah masuk");
System.out.println("Server pada port = "+
s.getLocalAddress().getHostAddress() + " : " + s.getLocalPort());
System.out.println("Client pada port = "+
s.getInetAddress().getHostAddress() + " : " + s.getPort());
PrintWriter pw = new PrintWriter PrintWriter(s.getOutputStream(), true);
BufferedReader br = new BufferedReader(new InputStreamReader(System.in));
String greeting = "";
while(!(greeting=br.readLine()).equals("")) { pw.println(greeting); }
pw.close(); s.close(); ss.close();
} catch (Exception e) { e.printStackTrace(); }
}
}

// program klien : Simpan dalam ClientKu1.java
// kompile menjadi ClientKu1.class
import java.net.*;
import java.io.*;
public class ClientKu1 {
public static void main(String[] args) {
try {
Socket s = new Socket("127.0.0.1",2002);
System.out.println("Komunikasi terhubung");
System.out.println("Client pada port = "+
s.getLocalAddress().getHostAddress() + " : "+ s.getLocalPort());
System.out.println("Server pada port = "+
s.getInetAddress().getHostAddress() + " : "+ s.getPort());
BufferedReader br = new BufferedReader( new InputStreamReader(s.getInputStream()));
System.out.println("Menunggu pesan...");
String greeting = "";
while ((greeting=br.readLine())!=null) { System System.out.println(greeting); }
System.out.println("Selesai");
br.close();
s.close();
}
catch (Exception e) { e.printStackTrace(); }
}
}

2. Client mengirim data ke Server


// program server : Simpan dalam ServerKu2.java
// kompile menjadi ServerKu2.class
import java.net.*;
import java.io.*;
public class ServerKu2 {
public static void main(String args[]) {
int port;
ServerSocket server_socket;
BufferedReader input;
try {
port = Integer.parseInt(args[0]);
}
catch (Exception e) {
System.out.println("port = 2000 (Standarnya)");
port = 2000;
}
try {
server_socket = new ServerSocket(port);
System.out.println("Server menunggu klien di port " +
server_socket.getLocalPort());
// server mondar-mandir disini
while(true) {
Socket socket = server_socket.accept();
System.out.println("Hubungan baru diterima " +
socket.getInetAddress()
// program server : Simpan dalam ServerKu2.java
// kompile menjadi ServerKu2.class
import java.net.*;
import java.io.*;
public class ServerKu2 {
public static void main(String args[]) {
int port;
ServerSocket server_socket;
BufferedReader input;
try {
port = Integer.parseInt(args[0]);
}
catch (Exception e) {
System.out.println("port = 2000 (Standarnya)");
port = 2000;
}
try {
server_socket = new ServerSocket(port);
System.out.println("Server menunggu klien di port " +
server_socket.getLocalPort());// server mondar-mandir disini
while(true) {
Socket socket = server_socket.accept();
System.out.println("Hubungan baru diterima " +
socket.getInetAddress() +
":" + socket.getPort());
input = new BufferedReader(new InputStreamReader(socket.getInputStream()));
// menampilakan data yang diterima
try {
while(true) {
String message = input.readLine();
if (message==null) break;
System.out.println(message);
}
}
catch (IOException e) {
System.out.println(e);
}
// Client menutup hubungan
try {
socket.close();
System.out.println("Client telah menutup hubungan");
}
catch (IOException e) {
System.out.println(e);

// program client : Simpan dalam ClientKu2.java
// kompile menjadi ClientKu2.class
import java.net.*;
import java.io.*;
public class ClientKu2 {
public static void main(String[] args) {
int port = 2002;
String server = "localhost";
Socket socket = null;
String lineToBeSent;
BufferedReader input;
PrintWriter output;
int ERROR = 1;
// read arguments
if(args.length == 2) {
server = args[0];
try {
port =Integer.parseInt(args[1]);
}
catch (Exception e) {
System.out.println("server port = 1500 (Standarnya)");
port = 2002;
}
}
// Koneksi ke server
try {
socket = new Socket(server, port);
System.out.println("Terkoneksi ke server " +
socket.getInetAddress() +
":" + socket.getPort());
}
catch (UnknownHostException e) {
System.out.println(e);
System.exit(ERROR);
}
catch (IOException e) {
System.out.println(e);
System.exit(ERROR);
}
try {
input = new BufferedReader(new InputStreamReader(System.in));
output = new PrintWriter(socket.getOutputStream(),true);

2. KALKULATOR JAVA (http://www.4shared.com/file/252525009/41631d9e/kalkulator_java.html)


JCreator 4.50 Pro

http://img71.imageshack.us/img71/3319/capturegm2.jpg


nie Link Download (http://www.mediafire.com/?jznku5yznmg)



1. Tulis / Ubah. Pemrogram menulis program dan menyimpannya di media dalam bentuk berkas '.java'.
2. Kompilasi. Pengkompilasi membentuk bytecodes dari program menjadi bentuk berkas '.class'
3. Muat. Pemuat kelas memuat bytecodes ke memori
4. Verifikasi. Peng-verifikasi memastikan bytecodes tidak mengganggu sistem keamanan Java
5. Jalankan. Penerjemah menerjemahkan bytecodes ke bahasa mesin

download Java JDK (http://java.sun.com/javase/downloads/index.jsp)

Tutorial Java Mysql Connector Netbeans 5, silahkan di download di sini :

http://www.4shared.com/file/ee6RfNDU/Tutorial_Java_Mysql_Connector_.htm

Tambahan dari BroJa yniko :



http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=81634&p=6040180&viewfull=1#post60 40180

http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=81634&p=6048631&viewfull=1#post60 48631

http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=81634&p=6118654&viewfull=1#post61 18654


Tambahan dari BroJa ktarou :


http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=81634&p=5867500&viewfull=1#post58 67500

Tambahan dari BroJa RayXen :


http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=81634&p=6519531&viewfull=1#post65 19531


Tambahan dari BroJa Vdgrow


http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=81634&p=7241671&viewfull=1#post72 41671

Aplikasi JAVA dari BroJa XDree


http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=81634&p=14425747#post14425747
http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=81634&p=15110193#post15110193
http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=81634&p=15414479#post15414479
http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=81634&p=15592563&viewfull=1#post15592563
http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=81634&p=15726955&viewfull=1#post15726955
 
sumber : http://www.indowebster.web.id/archive/index.php/t-81634.html

manipulasi String dasar pada java

Manipulasi String Dasar 
fungsi - fungsi manipulasi string dasar yang ada pada java diantaranya :
  • charAt() => Mengambil sebuah karakter yang ada pada sebuah string
  • compareTo() => Membandingkan 2 buah string apakah lebih kecil atau lebih besar secara lexicographical
  • compareToIgnoreCase() => Membandingkan 2 buah string apakah lebih kecil atau lebih besar secara lexicographical dengan mengabaikan huruf besar dan kecil
  • concat() => Menggabungkan nilai dari 2 buah string
  • contains() => Memeriksa apakah sebuah string mengandung kata-kata tertentu
  • endsWith() => Memeriksa beberapa karakter terakhir dari sebuah string
  • equals() => Memeriksa apakah 2 string memiliki nilai yang sama
  • equalsIgnoreCase() => Memeriksa apakah 2 string memiliki nilai yang sama dengan mengabaikan huruf besar dan kecil
  • indexOf() => Mencari posisi sebuah kata dalam suatu string, Jika kata tersebut banyak ditemukan dalam string tersebut maka yang direturn adalah posisi dari kata yang ditemukan pertama kali
  • isEmpty() => Memeriksa apakah sebuah string isinya kosong
  • lastIndexOf() => Mencari posisi sebuah kata dalam suatu string, Jika kata tersebut banyak ditemukan dalam string tersebut maka yang direturn adalah posisi dari kata yang ditemukan terkhir
  • length() => Memberikan jumlah panjang karakater dari sebuah string
  • replace() => Mereplace String dengan beberapa karakter
  • replaceAll() => Mereplace String dengan String
  • split() => Memecah String menjadi beberapa bagian berdasarkan kategori tertentu
  • startsWith() => Cek karakter awal dari sebuah string
  • substring() => Mengambil beberapa karakter pada posisi tertenty dari sebuah string
  • toCharArray() => Memecah sebuah string menjadi sebuah Array karakter
  • toLowerCase() => Memformat sebuah string menjadi huruf kecil semua
  • toString() => Konversi tipe data menjadi String
  • toUpperCase() => Memformat sebuah string menjadi huruf kapital
  • trim() => Menghilangkan karakater white space yang berada di depan atau dibelakang sebuah String
  • valueOf() => Konversi dari tipe data lain menjadi String

sumber : http://bhspemrograman.blogspot.com/2011/06/manipulasi-string-dasar-pada-java.html

Pentingnya Mata Kuliah Kewarganegaraan Bagi Mahasiswa


BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
 Perjalanan panjang sejarah Bangsa Indonesia sejak era sebelum dan selama penjajahan ,dilanjutkan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan mengisi kemerdekaan,menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda sesuai dengan zamannya. Kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda diharap bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nulai kejuangan bangsa yang dilandasi jiwa,tekad dan semangat kebangsaan. Semangat perjuangan bangsa yang tidak mengenal menyerah harus dimiliki oleh setiap warga negara Republik Indonesia.Semangat perjuangan bangsa mengalami pasang surut sesuai dinamika perjalanan kehidupan yang disebabkan antara lain pengaruh globalisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan IPTEK, khususnya dibidang informasi, Komunikasi dan Transportasi, sehingga dunia menjadi transparan yang seolah-olah menjadi kampung sedunia tanpa mengenal batas negara. Kondisi yang demikian menciptakan struktur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia serta mempengaruhi pola pikir, sikap dan tindakan masyarakat Indonesia.Semangat perjuangan bangsa indonesia dalam mengisi kemerdekaan dan menghadapi globalisasi. Warga negara Indonesia perlu memiliki wawasan dan kesadaran bernegara,sikap dan perilaku, cinta tanah air serta mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka bela negara demi utuh dan tegaknya NKRI.
2.      Tujuan
Tujuan pendidikan kewarganegaraan bagi mahasiswa adalah :
Ø  Pendidikan kewarganegaraan di Perguruan Tinggi menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan progran studi dalam mengantarkan mahasiswa untuk mengembangkan kepribadiannya selaku warganegara yang berperan aktif menegakkan demokrasi menuju masyarakat madani.
Ø  Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi membantu mahasiswa selaku warganegara agar mampu mewujudkan nilai-nilai dasar perjuangan bangsa
Ø  Indonesia serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmunya secara bertanggung jawab terhadap kemanusiaan.
Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk menguasai kemampuan berpikir, bersikap rasional, dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual, serta mengantarkan mahasiswa selaku warganegara RI memilik :
a. Wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dengan perilaku cinta tanah
air.
b. Wawasan kebangsaan, kesadaran berbangsa demi ketahanan nasional.
c. pola pikir, sikap, yang komprehensif integral pada seluruh aspek kehidupan
nasional.                                                
BAB II
PEMBAHASAN / ISI

Istilah kewarganegaraan berasal dari kata warga negara yang secara singkat berarti sekelompok manusia yang menjadi anggota suatu negara. Dalam pengertian secara umum dinyatakan bahwa warga negara merupakan anggota negara yang mempunyai kedudukan khusus terhadap negaranya dan mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik terhadap negaranya. Hak dan kewajiban warga negara terhadap negara diatur dalam UDD 1945 dan berbagai peraturan di bawahnya. Dalam UUD 1945 memuat tentang hak asasi manusia, yaitu kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan tidak memungkinkan terlaksananya dan tegaknya hak asasi manusia. Seperti setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara dan setiap warganegara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
Kemampuan warga negara suatu negara untuk hidup berguna dan bermakna sangat memerlukan pembekalan masa depannya. Pembekalan ilmu pengetahuan, teknologi serta seni (ipteks) yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan atau nilai religius dan nilai budaya bangsa sebagai panduan atau petunjuk kehidupan bangsa Indonesia dalam bermasyarakat dan bernegara. Semangat perjuangan bangsa merupakan kekuatan mental spiritual yang dapat melahirkan sikap dan perilaku heroik dan patriotik serta menumbuhkan kekuatan, kesanggupan dan kemauan yang luar biasa.
Mata kuliah pendidikan kewarganegaraan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara, serta pendidikan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi harus terus menerus ditinggkatkan guna menjawab tantangan masa depan, sehingga para alumni memiliki semangat juang dan kesadaran bela negara yang tinggi sesuai bidang profesi masing-masing demi tetap tegak dan utuhnya NKRI.
Pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi memberikan pemahaman filosofis yang meliputi pokok-poko bahasan mengenai: Filsafat Pancasila, Identitas Nasional, Negara dan Konstitusi, Demokrasi Indonesia, Hak Asasi Manusia, Geopolitik dan Geostrategi. Pokok bahasan ini sesuai dengan tuntutan zaman yang terus berkembang.

BAB III
PENUTUP

3.      Kesimpulan
Ø  Pendidikan Kewarganegaraan (civic Education) adalah usaha sadar untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan menumbuhkan sikap serta wawasan kebangsaan, cinta tanah air yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi negara.
Ø  2. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) bukanlah mata kuliah yang baru, karena sudah ada sejak dulu, hanya perubahan nama dan istilah yang digunakan mengalami perubahan dan penyempurnaan sesuai dengan kebijaksanaan Pemerintah.
Ø  Pelaksanaan Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dan di Perguruan Tinggi merupakan salah satu cara penanaman nilai-nilai fundamental bangsa. Keberhasilan Pendidikan Kewarganegaraan akan melahirtkan warga negara yang baik dan betanggungjawab, karena kualitas warga negara tergantung terutama pada keyakinan dan pegangan hidup mereka dalam bermasyarakat , berbangsa dan bernegara, disamping pada tingkat serta mutu penguasaannya atas ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

4.      Saran
demi terciptanya negara yang baik, alangkah lebih baik, kita sebagai penerus bangsa bisa mengerti tentang pentingnya memahami pendidikan kewarganegaraan agar kita penerus bangsa dapat menjadi pribadi yang lebih dapat berfikir rasional, berperan aktif menegakkan demokrasi, mewujudkan nilai-nilai dasar bangsa, serta dapat menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

 
      Daftar pustaka