Dalam fotografi dikenal ada beberapa karakter cahaya sebagai dasar pembuatan foto.
BACK LIGHT adalah sumber cahaya yang ditempatkan dibelakang objek. Cahaya ini berfungsi untuk memisahkan objek dari latar belakang (background) sehingga tercipta kesan kedalaman (dimensi) dalam komposisi foto.
SIDE LIGHT adalah sumber cahaya yang ditempatkan di samping objek dengan sudut kemiringan tertentu. Cahaya ini berfungsi untuk menampilkan bentuk (shape) dan tekstur dari objek, juga warna yang solid.
FRONT LIGHT adalah sumber cahaya yang ditempatkan di depan objek. Cahaya ini biasa disebut juga sebagai Fill Light. Berfungsi sebagai pengisi bayangan (shadow) yang tercipta dari sumber cahaya yang lain.
Inilah cahaya dasar utama yang dibutuhkan dalam menciptakan sebuah foto. Kombinasi ketiga cahaya dasar inilah yang akan membentuk dimensi bentuk, dan tekstur objek dan menampilkan warna yang bagus bagi foto kita.
Lalu apakah dengan hanya mengetahui karakter cahaya tersebut kita bisa membuat foto yang bagus? Belum…Kita harus memahami juga apa itu Intensitas cahaya. Intensitas cahaya adalah kwantitas dan kwalitas cahaya itu sendiri. Setiap karakter cahaya yang dijelaskan diatas membutuhkan intensitas baik itu dari sisi kwalitas maupun kwantitas.
Secara sederhana kita bisa menerjemahkan kwantitas cahaya adalah jumlah cahaya yang dibutuhkan oleh kamera kita. Jumlah cahaya ini haruslah tepat, kekurangan akan membuat foto kita under exposure dan kelebihan akan membuat over exposure. Bagaimana pula dengan kwalitas cahaya? Kwalitas cahaya adalah bagaimana arah posisi cahaya tersebut jatuh ke objek secara tepat, sehingga menciptakan kesan yang kita inginkan.
Sebagai contoh, sebuah objek yang mempunyai tekstur atau bentuk permukaan yang unik, tidak akan tampil sempurna seperti adanya, jika arah cahaya kita arahkan secara frontal dari depan objek. Kita perlu mengarahkan sumber cahaya datang dari samping objek dengan kemiringan sekitar 45 derajat, untuk menampilkan tekstur dan bentuk si objek. Tetapi meskipun kita telah melakukan ini jika jumlah cahaya tidak tepat juga akan membuat tampilan bentuk si objek akan menghilang.
Foto dibawah ini adalah contoh dimana foto memenuhi syarat dalam Kwantitas Cahaya, tapi tidak mempunyai Kwalitas Cahaya. Bandingkan dengan foto paprika kita diatas.

Lalu foto dibawah ini adalah kebalikannya, dimana foto pertama adalah foto yang menerima kwalitas cahaya baik tapi tidak kwantitasnya

Dan dibawah ini contoh foto dimana INTENSITAS CAHAYA tepat, yaitu antara kwalitas dan kwantitas.
link:http://www.sajiansedap.com/forum/showthread.php?11-Share-Teori-Teori-Dasar-Fotografi-Part-1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar