Selasa, 08 Maret 2011

Teori-Teori Dasar Fotografi

  1. Terlalu banyak defenisi tentang pengetahuan fotografi yang beredar sekarang ini. Mulai dari defenisi yang paling sederhana sampai yang paling rumit, atau tepatnya yang dirumit rumitkan. Fotografi itu sendiri sebetulnya bisa kita wakilkan dengan cukup dua kata; KOMPOSISI & CAHAYA


    Ya! komposisi dan cahaya! Karena pada dasarnya fotografi adalah sebuah aktifitas mengolah, memanfaatkan, dan memanipulasi cahaya. Tanpa cahaya, tidak akan ada refleksi dan warna benda yang bisa kita rekam di kamera kita. Pun juga tanpa komposisi, tidak akan ada irama warna dan alur tekstur dan bentuk yang membuat foto kita indah untuk di nikmati.

    Kita akan bicara tentang dua dasar utama dalam fotografi, yaitu cahaya dan komposisi.

    SUMBER CAHAYA
    Dalam dunia fotografi ada dua sumber pencahayaan yang sering digunakan dalam proses pembuatan foto. Yaitu AVAILABLE LIGHT dan ARTIFICIAL LIGHT. Available light cenderung di konotasikan dengan pemotretan yang menggunakan sumber cahaya alami, matahari. Dan artificial light di konotasikan pada pemotretan yang menggunakan cahaya buatan (lampu studio)

    Dalam Outdoor photography, seorang fotografer sering memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber utama cahaya yang digunakannya. Walau tidak jarang juga dia memadukan antara sumber cahaya alami dengan sumber cahaya buatan (mix light). Dalam penggunaan sumber cahaya alami ini, tentu ada kelebihan maupun kekurangannya. Dengan tersedianya sumber cahaya yang melimpah, cukup memudahkan fotografer untuk menghasilkan foto tanpa harus pusing dan repot membawa bermacam bentuk cahaya buatan. Tapi karena sumber cahaya yang di gunakan adalah alami, fotografer tidak punya kendali penuh atas sumber cahaya ini. Fotografer terkadang hanya bisa pasrah dengan kondisi cahaya yang tidak stabil, dan tidak jarang sebuah sesi pemotretan bisa gagal atau di tunda hanya karena sumber cahaya tidak memenuhi syarat.

    Berbeda dengan sumber cahaya alami, sumber cahaya buatan (artificial light) bisa di kontrol penuh oleh seorang fotografer dalam memenuhi kebutuhannya. Memang diperlukan pengalaman dan pengetahuan dalam mengatur cahaya2 buatan ini agar bisa menghasilkan efek cahaya alami yang di butuhkan. Juga diperlukan modal yang cukup besar untuk membeli atau menyewa lampu2 studio tersebut. Tapi kelebihannya dibanding menggunakan cahaya alami adalah pada kendali penuh fotografer atas sumber cahayanya. Jadi pemotretan bisa dilakukan kapan saja, baik itu pagi hari, siang atapun malam hari.

  2. Karakter cahaya

    Dalam fotografi dikenal ada beberapa karakter cahaya sebagai dasar pembuatan foto.

    BACK LIGHT adalah sumber cahaya yang ditempatkan dibelakang objek. Cahaya ini berfungsi untuk memisahkan objek dari latar belakang (background) sehingga tercipta kesan kedalaman (dimensi) dalam komposisi foto.

    SIDE LIGHT adalah sumber cahaya yang ditempatkan di samping objek dengan sudut kemiringan tertentu. Cahaya ini berfungsi untuk menampilkan bentuk (shape) dan tekstur dari objek, juga warna yang solid.

    FRONT LIGHT adalah sumber cahaya yang ditempatkan di depan objek. Cahaya ini biasa disebut juga sebagai Fill Light. Berfungsi sebagai pengisi bayangan (shadow) yang tercipta dari sumber cahaya yang lain.

    Inilah cahaya dasar utama yang dibutuhkan dalam menciptakan sebuah foto. Kombinasi ketiga cahaya dasar inilah yang akan membentuk dimensi bentuk, dan tekstur objek dan menampilkan warna yang bagus bagi foto kita.




    Lalu apakah dengan hanya mengetahui karakter cahaya tersebut kita bisa membuat foto yang bagus? Belum…Kita harus memahami juga apa itu Intensitas cahaya. Intensitas cahaya adalah kwantitas dan kwalitas cahaya itu sendiri. Setiap karakter cahaya yang dijelaskan diatas membutuhkan intensitas baik itu dari sisi kwalitas maupun kwantitas.

    Secara sederhana kita bisa menerjemahkan kwantitas cahaya adalah jumlah cahaya yang dibutuhkan oleh kamera kita. Jumlah cahaya ini haruslah tepat, kekurangan akan membuat foto kita under exposure dan kelebihan akan membuat over exposure. Bagaimana pula dengan kwalitas cahaya? Kwalitas cahaya adalah bagaimana arah posisi cahaya tersebut jatuh ke objek secara tepat, sehingga menciptakan kesan yang kita inginkan.

    Sebagai contoh, sebuah objek yang mempunyai tekstur atau bentuk permukaan yang unik, tidak akan tampil sempurna seperti adanya, jika arah cahaya kita arahkan secara frontal dari depan objek. Kita perlu mengarahkan sumber cahaya datang dari samping objek dengan kemiringan sekitar 45 derajat, untuk menampilkan tekstur dan bentuk si objek. Tetapi meskipun kita telah melakukan ini jika jumlah cahaya tidak tepat juga akan membuat tampilan bentuk si objek akan menghilang.

    Foto dibawah ini adalah contoh dimana foto memenuhi syarat dalam Kwantitas Cahaya, tapi tidak mempunyai Kwalitas Cahaya. Bandingkan dengan foto paprika kita diatas.



    Lalu foto dibawah ini adalah kebalikannya, dimana foto pertama adalah foto yang menerima kwalitas cahaya baik tapi tidak kwantitasnya



    Dan dibawah ini contoh foto dimana INTENSITAS CAHAYA tepat, yaitu antara kwalitas dan kwantitas.

     link:http://www.sajiansedap.com/forum/showthread.php?11-Share-Teori-Teori-Dasar-Fotografi-Part-1

0 komentar:

Poskan Komentar