Jumat, 13 Mei 2011

Formula dan Fungsi

Menentukan posisi satu huruf atau satu teks dari suatu kata atau kalimat.
Bentuk Umum : =FIND(X,Y,Z)
X : alamat sel atau teks yang penulisannya diapit dengan tanda petik ganda
Y:kata atau kalimat yang mengandung satu hurufatau satu teks yang
dicari posisinya yang dapatdiawakili oleh penulisan alamat sel.
Z:nilai numerik yang menyatakan dimulainya posisipencarian.
Contoh:
=FIND(“f”,“Informatika”)3
=FIND(“d”,“MADCOMS Madiun”) 11
=FIND(“M”,“MADCOMS Madiun”) 6
B. FUNGSI Matematika
INT(Bilangan)
Untuk membulatkan angka ke nilai integer (bulat) yang terendah.
Contoh : =INT(5,8) hasilnya : 5
MOD(Bilangan,Pembagi)
Untuk mencari sisa pembagian. Sisa pembagian bertanda sesuai dengan
Pembagi.
Contoh :=MOD(9,2) artinya 9 dibagi 2 sisa 1, hasilnya adalah 1
SUM
Fungsinya : Untuk melakukan penjumlahan
Bentuk umum : :sUM(range sel)
Contoh : Misalkan kita akan menjumlahkan dari sel H5 sampai sel H15
Contoh : :sUM(H5:H15)
SUMIF
Menjumlahkan data yang bersifat numerik dalam suatu range data dengan
kriteria tertentu
Bentuk umum : :sUMIF(range,criteria,sum_range)
ROUND
Untuk membulatkan angka sesuai digit pembulatan. Digit nol terletak tepat
pada desimal sedangkan di depan d esimal adalah digit negatif dan di belakang
desimal adalah digit positif.
Bentuk umum : =ROUND(Bilangan,Digit Pembulatan)
ABS
Fungsinya : Untuk mengubah angka-angka yang ada dalam daftar
argumennya menjadi bilangan mutlak (absolut)
Bentuk umum : =ABS(range sel)
Contoh : Misalkan kita bermaksud mengetahui secara mutlak dari
sel yang kita aktifkan, misal di sel F17 =ABS(F17)
SQRT
Fungsinya : Untuk menghitung akar dari bilangan X. Bilangan X tidak
boleh negatif
Bentuk umum : :sQRT(range sel)
Contoh: = SQRT(25)5
C. FUNGSI Logika
Fungsi logika adalah fungsi yang digunakan untuk menyelesaikan perhitungan-
perhitungan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan fungsi logika yang
digunakan adalah :
”Info”
Jika sel C2 berisi teks “Informatika”,
=Left(C2,4)Info
RIGHT
Mengambil beberapa huruf suatu teks dari posisi sebelah kanan
Bentuk Umum : =RIGHT(X,Y)
X:alamat sel atau teks yang penulisanya diapit dengan tanda petik ganda
Y:jumlah atau banyaknya karakter yang diambil
Contoh:
=RIGHT(“Informatika”,5)”atika”Jika sel C2 berisi teks “Informatika”,
=Left(C2,4)tika
LEN
Untuk menghitung panjang suatu teks dan nilai yang dihasilkan berupa angka.
Bentuk Umum: LEN(Teks)
Contoh :
Jika sel C2 berisi teks “Informatika”
=Len(C2)11
MID
Mengambil beberapa huruf suatu teks pada posisi tertentu
Bentuk Umum :=MID(X,Y,Z)
X:alamat sel atau teks yang penulisanya diapit dengan tanda petik ganda
Y:posisi awal karakter
Z:jumlah atau banyaknya karakter yang diambil
Contoh:
=MID(“Informatika”,2,5) ”forma”
LOWER
mengubah semua karakter dalam setiap kata yang ada pada suatu teks dalam
huruf kecil
Bentuk Umum : =LOWER(X)
X:alamat sel atau teks yang penulisanya diapit dengan tanda petik ganda
Contoh:
=LOWER(“INFORMATIKA”)” informatika”
Jika sel C2 berisi teks “INFORMATIKA”,
=LOWER(C2) informatika
UPPER
mengubah semua karakter dalam setiap kata yang ada pada suatu teks dalam
huruf besar
Bentuk Umum : =UPPER(X)
X : alamat sel atau teks yang penulisanya diapitdengan tanda petik ganda
Contoh:
=UPPER(“informatika”)” INFORMATIKA”
Jika sel C2 berisi teks “informatika”,
=UPPER(C2) INFORMATI
-KA PROPER
mengubah karakter pertama awal dalam setiap kata yang ada pada suatu teks
dalam huruf besar
Bentuk Umum : :pROPER(X)
X:alamat sel atau teks yang penulisanya diapit dengan tanda petik ganda
Contoh:
:pROPER(“informatika”)” Informatika”
Jika sel C2 berisi teks “informatika”,
:pROPER(C2)Informatika
TRIM
menghapus semua spasi dari string teks kecuali untuk ruang tunggal antara
kata-kata, penulisan nya : =TRIM(text1,text2,…)
FIND
Huruf BesarUntuk menjalankannya dapat menekan
variasitombolkeyboarddengan
Ctrl+Shift+Key, contoh : Ctrl+Shift+E

5. Dalam kotak pilihan Store Macro In, pilih salah satu sebagai tujuantempat
penyimpanan macro, dengan 3 pilihan, yaitu :
NamaKeterangan

PersonalDisimpan di dalam file yang tersembunyi dengan
Macronama Personal.Xls di dalam folder Xlstart.
Workbook

This WorkbookDisimpan di dalam workbook sumber tempat
pembuatan macro recorder

New WorkbookDisimpan di dalam workbook baru yang akan
dibuka setelah membuka workbook sumber tempat
pembuatan macro recorder
6. Kotak Description.
Bersifat optional, bertujuan untuk pemberian keterangan pada perintah macro
recorder untuk menjelaskan maksud dan tujuan proses perekaman yang
ditampilkan pada kotak dialog macro
7. Kemudian Lakukan untuk proses macro, Semua yang kamu rekam akan terdapat
pada coding Visual Basic dan ini dapat dilihat pada Visual Basic Editor.
8. Untuk membuat macro dengan kondisi perpindahan relatif. Hasil dari proses
perekaman macro dengan penekanan tombol relative reference akan
menghasilkan alamat sel relatif.
Menjalankan Perintah Macro
Untuk menghentikan proses macro recorder setelah selesai melakukan perekaman
perintah macro recorder.
Ada 2 cara untuk menjalankan perintah Macro :
1. Menjalankan Macro dalam Microsoft Excel
2. Menjalankan Macro dari lembar kerja Module / Code Visual Basic
Perintah untuk menjalankan Macro Recorder dalam Excel adalah :
Buka workbook yang berisikan Macro yang pernah dibuat
Pada menu Tools pilih sub menu Macro – Macros
Setelah itu akan tampil Kotak Dialog Macro berikut :

Di kotak Macro Name, masukkan nama macro yang ingin dijalankan dan
tekan tombol Run
Selain cara tersebut, Macro Recorder dapat pula dijalankan dengan perintah berikut
ini :
Fungsi Logika IF
Memilih antara 2 kemungkinan atau lebih dari perbandingan logika yang
diberikan
Bentuk Umum : =IF(logical_test , Value_if_true , Value_if_false)

Contoh:
=IF(C2>70,”LULUS”,”TIDAK LULUS”)
Artinya jika isi sel C2 lebih besar dari 70 maka cetak kata LULUS, tetapi jika sel
C2 lebih kecil atau sama dengan 70 cetak kata TIDAK LULUS

=IF((A1*E1)<=7000,”MURAH”,”MAHAL”) Artinya Jika hasil perkalian dari sel A1 dan E1 lebih kecil sama dengan 7000 maka cetak kata MURAH, tetapi jika hasil perkalian lebih dari 7000 cetak kata MAHAL. Nested IF Adalah IF yang berbeda dalam IF, digunakan untuk menentukan kondisi dari beberapa logika sekaligus Contoh : =IF(A2<20,”KURANG”,IF(A1<30,”CUKUP”,”BAIK”)) Jika nilai A2 kurang dari 20 dinyatakan KURANG, jika nilai A1 kurang dari 30 dinyatakan CUKUP selain itu (lebih atau sama dengan 30) dinyatakan BAIK AND Fungsi ini menghasilkan nilai benar, bila berargumen benar. Hasil dari fungsi ini juga dapat menghasilkan nilai salah, jika salah satu argumen salah. TRUE jika semua argumen bernilai benar(TRUE); menghasilkan false jika satu atau lebih argumen salah. Bentuk umum =AND(X1,X2,X3….) X1,X2,X3 : kondisi yang akan diuji atau alamat sel yang mengandung nilai logika yang menghasilkan nilai benar(true) atau salah (false). Contoh: Jika sel B1=TRUE,sel B2=FALSE, sel B3=TRUE= AND(B1:B3)= False =IF(AND(rata-rata>=65,rata-rata<=90,”LULUS”,”GAGAL”)
Hal ini berarti jika rata-rata lebih besar atau sama dengan 65 dan jika rata-rata
lebih kecil atau sama dengan 90 maka dinyatakan LULUS, tapi kalo salah satu
dari argumen itu bernilai salah maka hasilnya adalah GAGAL.
OR
Fungsi ini menghasilkan nilai benar, bila salah satu atau lebih berargumen benar.
Hasil dari fungsi ini juga dapat menghasilkan nilai salah, jika seluruh argumen
salah. Menghasilkan TRUE jika salah satu atau beberapa argumen bernilai
benar(TRUE); menghasilkan false jika semua argumen salah.

0 komentar:

Poskan Komentar